Desain Rumah Spit Level

Rumah Bp Edo

 Biasanya penerapan konsep split level lebih ditujukan pada hunian mungil untuk menyiasati skala ruang yang terbatas. Namun kali ini berbeda, konsep split level di hunian yang berlokasi di Condet ini lebih ditujukan untuk membedakan zonasi ruang agar lebih memberikan “pengalaman ruang” yang berdimensi.

Hunian yang berada di atas tanah seluas 450 m² ini berupa bangunan dua lantai yang di-split menjadi empat level. Dari arah luar, terlihat bangunan berjenjang dengan massa bangunan seolah-olah merupakan perpaduan antara bidang kotak persegi dan bidang trapesium yang disusun dalam susunan maju-mundur dan tinggi-rendah untuk menegaskan dimensi.

Gubahan massa kotak bersusun dipadukan dengan massa bangunan masif yang sengaja “dimiringkan” pada satu sisi yang menghadap ke arah depan. Kedua komposisi massa bangunan masif tersebut dipisahkan oleh kanopi kaca yang transparan sehingga memberikan kesan “ringan” antara kedua massa bangunan tersebut. Bangunan dengan void beratap miring ke arah satu sisi dan sebagian tembus pandang, seolah-olah mewujudkan skala ruang dalam pada bangunan dua lantai tersebut.

Setiap bidang masif diolah dengan finishing berbeda yaitu diaci halus dan dikamprot, kemudian dicat dengan dua jenis warna bernuansa alami yang berbeda. Ada pula yang ditutup dengan batu andesit yang dipasang dengan teknik “susun sirih”. Diantara bidang masif tersebut terdapat bidang yang seolah-olah “dilubangi” dengan dinding kaca transparan yang menerus sampai ke atap dan tembus pandang untuk menjaga keseimbangan massa bangunan. Komposisi dinamis yang atraktif ini membentuk bangunan berkarakter yang berbeda dari bangunan-bangunan di sekitarnya.

Massa bangunan induk dengan skala ukuran yang lebih besar disambung dengan massa bangunan privat yang digunakan untuk kamar tidur utama, membentuk formasi L. Sisi bangungan induk yang menghadap ke arah dalam sengaja dibuat lebih sederhana (plain) untuk memaksimalkan fungsi ruang dalamnya. “Permainan” detail yang unik senada dengan massa bangunan ruang tamu, diaplikasikan pula pada detail bangunan privat. Area ini sudah dirancang dengan fondasi konstruksi dua lantai tetapi area roof di atasnya hanya dimanfaatkan sebagai roof garden saja. Bentukan bidang miring “diperlunak” dengan tanaman cascade yang menjuntai merepresentasikan gambaran air terjun jatuh.

Taman belakang didesain menyerupai suasana resor dengan kolam renang dan taman tropikal yang mengisi celah dan lorong diantara massa bangunan. “Sensasi outdoor” dapat dirasakan dari ruang tidur utama karena memiliki akses langsung ke arah kolam. Permukaan kolam berada pada posisi satu meter lebih tinggi dari permukaan taman. Dalam hal ini tepian kolam dibuat overflow agar terasa lebih natural.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s